* * *
Seorang perwira militer memasuki ruangan Reichführer-SS Heinrich Himmler, menghormat lalu berkata
Seorang perwira militer memasuki ruangan Reichführer-SS Heinrich Himmler, menghormat lalu berkata
“Herr Reichführer, I
have the announced to announce... The Eagle Has Landed!”
Itulah penggalan adegan film The Eagle Has Landed (1976) yang
menjadi materi posting kali ini. Buat Anda yang belum pernah nonton film
tersebut, berikut ulasan singkatnya:
The Eagle Has Landed adalah sebuah film bergenre fiksi-action
yang dirilis tahun 1976. Film ini berbasis dari novel berjudul sama yang
dikarang oleh Jack Higgins dan untuk kali pertama diterbitkan pada 8 September 1975.
Jadi, yah... bagi gadis manis yang saat masih muda pernah membaca novel ini
edisi cetak perdana, niscaya sekarang yang bersangkutan sudah berpengalaman
menjadi tante :P. Boleh dikata baik film maupun novelnya sangat laris bagai
pulsa elektrik pada masa itu. Novelnya sendiri mendapat predikat “superseller”
dan masih dicetak hingga kini. Versi terbaru diterbitkan kembali di New York
oleh Berkley Books pada tahun 2000 dengan ISBN 0-425-17718-1. Begitu terkenalnya
bahkan kata-kata pertama Neil Armstrong saat (katanya) menginjakkan kaki di
bulan adalah “Houston, The Eagle Has Landed”. Wow!
Film ini antara lain dibintangi oleh Michael Caine, Donald Sutherland,
Robert Duvall, Jenny Agutter, Donald Pleasence, Anthony Quayle dan Treat Williams.
Mengisahkan tentang aksi para personel Fallschirmjäger Jerman alias German Paratroopers/Paskhas-nya
Luftwaffe (AU Nazi Jerman) yang mengemban misi hampir mustahil. Apa itu? Misi
apakah gerangan? Nantikan setelah yang mau lewat berikut ini. . .
Salah satu poster film "The Eagle Has Landed"
Ini salah satu versi sampul novel The Eagle Has Landed (Jack Higgins).
Perhatikan tulisan "THE No.1 SUPERSELLER" di bagian atas!
Perhatikan tulisan "THE No.1 SUPERSELLER" di bagian atas!
The 30th Anniversary
Edition of The Eagle Has Landed cover
The Eagle Has Landed mengisahkan misi yang harus diemban oleh 16 orang anggota Fallschirmjäger untuk menculik Perdana Menteri Inggris Sir Winston Churchill, lalu mengangkut orang ini ke Kreongan, eh Jerman. Nah lo, apa nggak edan tuh? Misi ini adalah ide dari Führer Adolf Hitler yang terinspirasi oleh pembebasan sekutunya, Benito Mussolini oleh tim pimpinan SS-Hauptsturmführer Otto Skorzeny di puncak gunung Gran Sasso, Italia. Nah, Hitler lalu memerintahkan kepada komandan Abwehr (Dinas Intelijen Angkatan Bersenjata Jerman) Admiral Wilhelm Canaris (Anthony Quayle) untuk melakukan studi kelayakan atas ide gilanya itu. Sang Admiral yang bukan merupakan simpatisan Nazi menganggap hal ini tak lebih dari guyonan belaka, “gila lu Ndro!” mungkin begitu pikirnya.
Canaris
memang tidak begitu menghiraukan perintah Hitler, namun dia yakin bahwa
komandan SS (Schutzstaffel) yakni Reichführer-SS Heinrich Himmler (Donald
Pleasence) tidak akan tinggal diam dengan rencana ini. Khawatir dengan ulah
Himmler yang mungkin bisa mendiskreditkan dirinya (ada persaingan sengit antara
Abwehr dan SS dalam urusan intelijen) maka sang Admiral lalu mengutus seorang
perwira Abwehr dari Heer (AD Nazi Jerman) bernama Oberst Max Radl (Robert
Duvall) untuk menyiapkan segala hal yang dirasa perlu, suatu hal yang menurut Canaris
adalah buang-buang waktu saja! Well, sampai disini barulah kisah seru dimulai. Oberst
Radl dengan dibantu seorang Unteroffizier berhasil mendapatkan informasi dari
intelijen Jerman bersandi Starling bahwa Churchill akan mengunjungi sebuah
pangkalan udara dekat desa Studley
Constable di Norfolk dalam waktu dekat. Kebetulan di sana tinggal seorang agen
rahasia wanita Jerman bernama Joanna Grey (Jean Marsh). Klop dah!
Ditengah-tengah
kesibukannya merancang strategi, mendadak Radl dipanggil oleh Himmler untuk
menjalankan misi yang sama tanpa melibatkan Canaris. Radl mematuhi perintah ini
(meski secara hierarkis dia tidak dibawah perintah SS, tapi pada masa itu siapa
yang berani membantah Reichführer-SS Heinrich Himmler?) dan mengajak serta seorang
agen IRA yang berada di Berlin, Liam Devlin (Donald Sutherland) dalam misi ini.
Beres dengan Devlin, Radl lalu mencari orang sebagai pemimpin misi ini di
lapangan. Pilihan jatuh pada perwira Fallschirjäger bernama Oberst Kurt
Steiner, seorang militer Jerman yang telah makan asam-garam pertempuran, peraih
medali Ritterkreuz dan Schwerten. Nah, si Kurt Steiner ini beserta anak buahnya
direkrut saat sedang bertugas di Pulau Alderney yang berada di Kepulauan Channel
yang tugasnya melakukan serangan-serangan beresiko tinggi menggunakan kapal
torpedo untuk mengacaukan konvoi kapal dagang Inggris yang melintasi Selat Channel.
Potongan adegan saat Oberst Kurt Steiner (Michael Caine) berdebat sengit dengan seorang SS-Obergruppenführer di stasiun kereta api
Ini dia tampang sang SS-Obergruppenführer. Coba tebak siapa pemerannya?
Ya, dialah Joachim Hansen. Aktor Jerman favorit saya :)
Ya, dialah Joachim Hansen. Aktor Jerman favorit saya :)
Lho,
kok personel Luftwaffe blusukan naik kapal laut? Ya, Oberst Steiner dan anak
buahnya bertugas disana sebagai militer yang dimutasi. Ceritanya, Steiner dan
anak buahnya pernah bersitegang dengan anggota Waffen-SS yang sedang
menjalankan tugas memindahkan Yahudi di sebuah stasiun kereta api. Ditengah salju,
Steiner yang berusaha membebaskan seorang gadis cilik Yahudi dihalang-halangi
oleh beberapa anggota SS, dan berbuntut dia beradu mulut dengan seorang
SS-Obergruppenführer yang mengawasi pemindahan ini. Insiden ini berakhir dengan
mutasi Steiner dan anak buahnya ke Alderney. Sebenarnya mereka harus berhadapan
dengan regu tembak SS, namun karena “pernah berjasa kepada negara”, maka
hukumannya diperingan.
Adapun
rencana misi ini adalah: Devlin lebih dahulu pergi ke Inggris. Lalu Steiner dan
anak buah akan menyusul dengan metode penerjunan di pantai menggunakan pesawat
C-47 rampasan yang dikamuflase sebagai milik sekutu (nah, adegan penerjunan di
pantai ini sangat recommended untuk ditonton!). Selanjutnya mereka akan menginfiltrasi
desa Studley Constable dengan menyaru sebagai unit penerjun Polandia, ini
semata-mata menghindari kecurigaan gara-gara anak buah Steiner kurang lancar berbahasa Inggris. Saat Churchill datang, misi penculikan dijalankan.
Selanjutnya mereka akan kabur dengan E-boat yang bersiaga di pantai terdekat
dan pulang ke Jerman.
Adegan menegangkan detik-detik penerjunan 16 personel Fallschirmjäger di pantai Inggris. Angin kencang membuat mereka tidak bisa mendarat di DZ yang dibuat Devlin
Well,
berhasilkah misi yang berat ini dijalankan? Bagaimana aksi para Fallschirmjäger
di Inggris? Mampukah mereka kembali ke Jerman sambil mempersembahkan Churchill
kepada sang Führer? Bagaimana kisah asmara antara Devlin dan gadis Inggris
bernama Molly (Jenny Agutter)? Jawabannya bisa Anda dapatkan dengan menonton
film ini sampai tuntas. Btw, tampang Oberst Kurt Steiner dalam film ini mengingatkan pada pakde saya lho! Hehehe. . .
See you next post! Don't forget to leave your comment.
See you next post! Don't forget to leave your comment.











