CONTENT WARNING

Selamat datang di Blog From The Regions Beyond.

Isi blog ini mungkin mengandung materi yang hanya dapat dinikmati secara utuh melalui jaringan internet broadband atau wireless fidelity.


Kami mohon maaf kepada para pembaca yang mengakses dari web seluler apabila
sebagian dan/atau
keseluruhan dari isi blog ini tidak dapat ditampilkan karena galat atau konten yang tidak sesuai.

Hal-hal yang mengenai kekeliruan penulisan, kesalahan posting dll diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Terima kasih telah mengunjungi blog kami, diharapkan kesediaannya untuk meninggalkan komentar. Ingat peribahasa “datang tampak muka, pergi tampak punggung” :D.

Blog From The Regions Beyond In Other Language

Sabtu, 26 Mei 2012

THE EAGLE HAS LANDED (1976)

* * *

Seorang perwira militer memasuki ruangan Reichführer-SS Heinrich Himmler, menghormat lalu berkata

“Herr Reichführer, I have the announced to announce... The Eagle Has Landed!”

Itulah penggalan adegan film The Eagle Has Landed (1976) yang menjadi materi posting kali ini. Buat Anda yang belum pernah nonton film tersebut, berikut ulasan singkatnya:

The Eagle Has Landed adalah sebuah film bergenre fiksi-action yang dirilis tahun 1976. Film ini berbasis dari novel berjudul sama yang dikarang oleh Jack Higgins dan untuk kali pertama diterbitkan pada 8 September 1975. Jadi, yah... bagi gadis manis yang saat masih muda pernah membaca novel ini edisi cetak perdana, niscaya sekarang yang bersangkutan sudah berpengalaman menjadi tante :P. Boleh dikata baik film maupun novelnya sangat laris bagai pulsa elektrik pada masa itu. Novelnya sendiri mendapat predikat “superseller” dan masih dicetak hingga kini. Versi terbaru diterbitkan kembali di New York oleh Berkley Books pada tahun 2000 dengan ISBN 0-425-17718-1. Begitu terkenalnya bahkan kata-kata pertama Neil Armstrong saat (katanya) menginjakkan kaki di bulan adalah “Houston, The Eagle Has Landed”. Wow!

Film ini antara lain dibintangi oleh Michael Caine, Donald Sutherland, Robert Duvall, Jenny Agutter, Donald Pleasence, Anthony Quayle dan Treat Williams. Mengisahkan tentang aksi para personel Fallschirmjäger Jerman alias German Paratroopers/Paskhas-nya Luftwaffe (AU Nazi Jerman) yang mengemban misi hampir mustahil. Apa itu? Misi apakah gerangan? Nantikan setelah yang mau lewat berikut ini. . .

 Salah satu poster film "The Eagle Has Landed"


 Ini salah satu versi sampul novel The Eagle Has Landed (Jack Higgins).
Perhatikan tulisan "THE No.1 SUPERSELLER" di bagian atas!


The 30th Anniversary Edition of The Eagle Has Landed cover


The Eagle Has Landed mengisahkan misi yang harus diemban oleh 16 orang anggota Fallschirmjäger untuk menculik Perdana Menteri Inggris Sir Winston Churchill, lalu mengangkut orang ini ke Kreongan, eh Jerman. Nah lo, apa nggak edan tuh? Misi ini adalah ide dari Führer Adolf Hitler yang terinspirasi oleh pembebasan sekutunya, Benito Mussolini oleh tim pimpinan SS-Hauptsturmführer Otto Skorzeny di puncak gunung Gran Sasso, Italia. Nah, Hitler lalu memerintahkan kepada komandan Abwehr (Dinas Intelijen Angkatan Bersenjata Jerman) Admiral Wilhelm Canaris (Anthony Quayle) untuk melakukan studi kelayakan atas ide gilanya itu. Sang Admiral yang bukan merupakan simpatisan Nazi menganggap hal ini tak lebih dari guyonan belaka, “gila lu Ndro!” mungkin begitu pikirnya.

Canaris memang tidak begitu menghiraukan perintah Hitler, namun dia yakin bahwa komandan SS (Schutzstaffel) yakni Reichführer-SS Heinrich Himmler (Donald Pleasence) tidak akan tinggal diam dengan rencana ini. Khawatir dengan ulah Himmler yang mungkin bisa mendiskreditkan dirinya (ada persaingan sengit antara Abwehr dan SS dalam urusan intelijen) maka sang Admiral lalu mengutus seorang perwira Abwehr dari Heer (AD Nazi Jerman) bernama Oberst Max Radl (Robert Duvall) untuk menyiapkan segala hal yang dirasa perlu, suatu hal yang menurut Canaris adalah buang-buang waktu saja! Well, sampai disini barulah kisah seru dimulai. Oberst Radl dengan dibantu seorang Unteroffizier berhasil mendapatkan informasi dari intelijen Jerman bersandi Starling bahwa Churchill akan mengunjungi sebuah pangkalan udara dekat desa Studley Constable di Norfolk dalam waktu dekat. Kebetulan di sana tinggal seorang agen rahasia wanita Jerman bernama Joanna Grey (Jean Marsh). Klop dah!

Ditengah-tengah kesibukannya merancang strategi, mendadak Radl dipanggil oleh Himmler untuk menjalankan misi yang sama tanpa melibatkan Canaris. Radl mematuhi perintah ini (meski secara hierarkis dia tidak dibawah perintah SS, tapi pada masa itu siapa yang berani membantah Reichführer-SS Heinrich Himmler?) dan mengajak serta seorang agen IRA yang berada di Berlin, Liam Devlin (Donald Sutherland) dalam misi ini. Beres dengan Devlin, Radl lalu mencari orang sebagai pemimpin misi ini di lapangan. Pilihan jatuh pada perwira Fallschirjäger bernama Oberst Kurt Steiner, seorang militer Jerman yang telah makan asam-garam pertempuran, peraih medali Ritterkreuz dan Schwerten. Nah, si Kurt Steiner ini beserta anak buahnya direkrut saat sedang bertugas di Pulau Alderney yang berada di Kepulauan Channel yang tugasnya melakukan serangan-serangan beresiko tinggi menggunakan kapal torpedo untuk mengacaukan konvoi kapal dagang Inggris yang melintasi Selat Channel. 

 Potongan adegan saat Oberst Kurt Steiner (Michael Caine) berdebat sengit dengan seorang SS-Obergruppenführer di stasiun kereta api

 Ini dia tampang sang SS-Obergruppenführer. Coba tebak siapa pemerannya?
Ya, dialah Joachim Hansen. Aktor Jerman favorit saya :)

Lho, kok personel Luftwaffe blusukan naik kapal laut? Ya, Oberst Steiner dan anak buahnya bertugas disana sebagai militer yang dimutasi. Ceritanya, Steiner dan anak buahnya pernah bersitegang dengan anggota Waffen-SS yang sedang menjalankan tugas memindahkan Yahudi di sebuah stasiun kereta api. Ditengah salju, Steiner yang berusaha membebaskan seorang gadis cilik Yahudi dihalang-halangi oleh beberapa anggota SS, dan berbuntut dia beradu mulut dengan seorang SS-Obergruppenführer yang mengawasi pemindahan ini. Insiden ini berakhir dengan mutasi Steiner dan anak buahnya ke Alderney. Sebenarnya mereka harus berhadapan dengan regu tembak SS, namun karena “pernah berjasa kepada negara”, maka hukumannya diperingan.

Adapun rencana misi ini adalah: Devlin lebih dahulu pergi ke Inggris. Lalu Steiner dan anak buah akan menyusul dengan metode penerjunan di pantai menggunakan pesawat C-47 rampasan yang dikamuflase sebagai milik sekutu (nah, adegan penerjunan di pantai ini sangat recommended untuk ditonton!). Selanjutnya mereka akan menginfiltrasi desa Studley Constable dengan menyaru sebagai unit penerjun Polandia, ini semata-mata menghindari kecurigaan gara-gara anak buah Steiner kurang lancar berbahasa Inggris. Saat Churchill datang, misi penculikan dijalankan. Selanjutnya mereka akan kabur dengan E-boat yang bersiaga di pantai terdekat dan pulang ke Jerman.

Adegan menegangkan detik-detik penerjunan 16 personel Fallschirmjäger di pantai Inggris. Angin kencang membuat mereka tidak bisa mendarat di DZ yang dibuat Devlin

Well, berhasilkah misi yang berat ini dijalankan? Bagaimana aksi para Fallschirmjäger di Inggris? Mampukah mereka kembali ke Jerman sambil mempersembahkan Churchill kepada sang Führer? Bagaimana kisah asmara antara Devlin dan gadis Inggris bernama Molly (Jenny Agutter)? Jawabannya bisa Anda dapatkan dengan menonton film ini sampai tuntas. Btw, tampang Oberst Kurt Steiner dalam film ini mengingatkan pada pakde saya lho! Hehehe. . .

See you next post! Don't forget to leave your comment.